Nurhayanti Diperiksa Jadi Saksi Kepala Bappebti

Nurhayanti Diperiksa Jadi Saksi Kepala Bappebti

Headline

Mantan Sekda Kota Bogor, Nurhayanti – (Foto: inilah.com/ist)

inilah.com, Jakarta – Mantan Sekda Kota Bogor Nurhayanti penuhi panggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia diperiksa sebagi saksi terkait penyidikan dugaan suap pembangunan Taman Pekuburan Bukan Umum (TPBU) di desa Antajaya Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

“Dia hadir,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Selasa (29/10/2013).

Menurut Johan, Ia (Nurhayanti) menjadi saksi untuk tersangka Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Syahrul Raja Sempurnajaya. Pemanggilan Nurhayanti berkaitan dengan izin yang diterbitkan oleh Pemkab Bogor untuk pembangunan kompleks makam mewah itu.

Nurhayanti sendiri keluar tanpa diketahui oleh awak media hingga tidak berhasil diperoleh keterangan seputar pemeriksaan dirinya.

Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan status tersangka terhadap Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Syahrul Raja Sempurnajaya, terkait kasus pengurusan Izin Lokasi Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ‎

Syahrul diduga memiliki saham di PT Garindo Perkasa yang akan diberikan izin dalam pembangunan TPBU tersebut.

Terkait pengembangan kasus ini, KPK telah menggeledah ruang kerja milik Syahrul di Bappebti yang beralamat di Jalan Kramat Raya Nomor 172, Jakarta Pusat. Selain kantor Syahrul di Bappebti, penyidik juga menggeledah rumah Syahrul di Jalan Haji Jian Raya Nomor 73, Cipete, Jakarta Selatan dan Apartemen Senopati lantai 18 Tower 3, Jalan Senopati Raya, Jakarta Selatan. Penyidik KPK juga mengamankan barang bukti berupa dua buah mobil, yaitu Toyota Rush dan Toyota Avanza. Selain itu, uang senilai Rp800 juta juga ikut diamankan KPK.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka yakni, UJ (Usep Jumeno, pegawai salah satu dinas di Pemerintah Kabupaten Bogor, diduga perantara), LWS (Listo Wely Sabu, pegawai honorer PemKab Bogor), NS (Nana Supriatna, swasta), SS (Sentot Susilo, Direktur PT Garindo Perkasa), dan ID (Iyus Djuher, Ketua DPRD Kabupaten Bogor) sebagai sang penerima suap.

Sementara, Syahrul Raja Sempurnajaya ngotot menunjuk hidung Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam persoalan pengurusan izin.[ris]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Presiden FIFA: Saya Lebih Suka Messi Ketimbang CR7

    Presiden FIFA: Saya Lebih Suka Messi Ketimbang CR7

  • FIFA Curiga Ada Pengaturan Skor di Play-Off IPL

    FIFA Curiga Ada Pengaturan Skor di Play-Off IPL

Sumber : Inilah.com