Meski Buta, Ferdi Mampu Bedakan Rumput dan Ganja

JAKARTA, KOMPAS.com — Keterbatasan fisik dalam penglihatan tak menghalangi AIG alias Ferdi (40) melakukan tindakan kriminal. Meski buta, Ferdi dapat membedakan narkotika jenis ganja dengan tanaman lainnya, bahkan dipaketkan hingga siap diedarkan.

Saat dihadirkan kepada wartawan di Ruangan Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Rabu (20/3/2013), Ferdi melakukan simulasi bagaimana memisahkan daun ganja dari paket besar ke paket kecil untuk diedarkan. Ia tampak lancar memetik daun, membungkusnya ke dalam kertas, dan melipatnya dengan rapi.

“Ya, bisa bedainnya, memang rumput. Kan ketauan dari baunya, misahinnya kan tinggal dirontokin doang,” ujar Ferdi dengan kepala tertunduk.

Meski tampak mahir memetik hingga melipatnya, Ferdi mengaku baru empat bulan mengedarkan ganja. Ganja seberat 4 kilogram yang menjadi barang bukti itu dibelinya dari seorang temannya berinisial C di Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, dengan harga Rp 10 juta. Ferdi membeli dengan bantuan ojek dekat rumahnya di Cipayung, Jakarta Timur.

Untuk satu kilogram, tersangka mengolahnya menjadi 70 paket kecil ganja. Satu paket kecil ganja dapat dijual ke pembeli, yang umumnya berusia remaja, seharga Rp 50.000. Untuk sistem pembelian, pria satu anak yang telah bercerai dari istrinya sejak tujuh tahun lalu itu mengaku mendapat pesanan ganja dari pembeli melalui telepon seluler. Jika telah sepakat, Ferdi pun menyiapkan ganja, menunggu pembeli.

“Pembeli datang ke rumah. Di rumah, cuma ada bapak sama ibu saya doang. Dia enggak tahu kalau saya jual ganja, tahunya main saja,” ujarnya.

Pria pengangguran itu ditangkap Unit II Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Kamis (14/3/2013). Bersama tersangka, polisi mengamankan 2,4 kg ganja yang disimpan di dalam lemari kamar. Adapun 1,6 kg ganja sisanya sudah terjual kepada pembeli.

Penangkapan tersangka merupakan hasil pengembangan atas enam orang yang ditangkap karena membeli ganja beberapa hari sebelumnya. Lima orang tersebut adalah MA alias Bony, TY alias Tomy, Mohammad Ikbal, MAK, N alias Boes, dan IJ. Ferdi yang menjadi bandar dan lima orang pembeli yang ditangkap sebelumnya dijerat  dengan Pasal 114 juncto Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Kasus ini juga masih dalam tahap pengembangan.

Sumber : Google.co.id