IKA ITB Gelar Workshop Berkarier di Inggris

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung-United Kingdom (IA ITB-UK) menggelar workshop “Berkarir di UK” bertempat di University of Manchester, Inggris, akhir pekan.

Ketua IA ITB-UK, M. Fauzan Adziman DI London, Senin mengatakan, workshop menghadirkan sejumlah profesional Indonesia lulusan ITB yang berpengalaman. Tidak hanya berkarir di UK, tetapi juga mereka yang terlibat dalam perekrutan global di perusahaan tempat mereka bekerja.

Sementara iitu Ketua panitia pelaksana. M. Andita Rafi, mengatakan workshop terbuka tanpa dipungut bayaran bagi mahasiswa Indonesia di Inggris bertujuan untuk berbagi ilmu kepada masyarakat Indonesia di UK secara luas.

Kepala bidang Profesi dan Karir IA-ITB UK, Ronald Alexander Indra, mengatakan kegiatan yang diupayakan menjadi jembatan bagi mahasiswa dan profesional Indonesia di UK ini dibagi menjadi dua bagian.

Bagian pertama pembahasan pengalaman mendapatkan visa Tier-2 sponsorship setelah kuliah di UK dan kedua dilanjutkan dengan apa yang dicari perusahaan di luar negeri dari lulusan kita, ujarnya.

Tampil sebagai pembicara dalam workshop adalah Adhipta Semidang Putra, seorang design engineer yang bekerja di UK setelah menyelesaikan studi masternya di Imperial College London, bercerita mengenai pengalamannya awal tahun ini mendapatkan visa kerja di UK setelah lulus pendidikan master di London.

“Jangan menunggu lulus master untuk memulai proses mengirimkan aplikasi, lebih cepat lebih baik, seperti yang saya lakukan mulai proses wawancara sejak bulan Juni tahun lalu,” ujar Adhipta. Di UK, siklus kuliah biasanya dimulai pada bulan September.

Sementara itu Abrar Riadi, yang menjabat Global Recruitment and Staffing Manager salah satu unit bisnis perusahaan Schlumberger di London, mengulas strategi rekrutmen perusahaan di luar negeri dari perspektif pencari pegawai.

Dikatakannya wawancara memiliki bobot terbesar dalam proses rekrutmen global, pengalaman berorganisasi dapat terlihat saat wawancara atau grup diskus.

Menurut Abrar, yang sudah memakan asam garam merekrut di berbagai negara dan benua agar
menonjol, lengkapi informasi saat aplikasi, gunakanlah jaringan kampus, pergunakan kesempatan magang dan ikut berpartisipasi dalam komunitas dapat membuat pelamar menonjol dibanding lainnya. Selain kepemimpinan juga penting, ujarnya.

Pembicara ketiga adalah Basuki Nur Rohman, seorang Senior Manager di Unilever UK dan profesional Indonesia yang juga berkecimpung dalam kegiatan rekrutmen Internasional.
Ketika ditanya bagaimana suasana bekerja di UK, Basuki mengatakan orang Inggris umumnya terbuka terhadap perbedaan budaya.

Dikatakannya yang perlu diperhatikan adalah sebagai orang Asia di luar negeri kita arus terbuka dan memastikan tidak tertutup. Basuki menambahkan dalam proses rekrutmen, selain hal-hal yang bersifat teknis, faktor kemampuan emosional merupakan hal penting.

Tidak kalah penting untuk menjaga badan tetap bugar karena setiap perusahaan umumnya memiliki proses pengecekan kesehatan calon pegawainya, ujarnya.

Feby Tandiary, seorang peserta workshop yang datang dari London mengatakan informatif dan terus terang kegiatan ini membuatnya semangat untuk mencoba dan membangun persiapan.

“Insightful atau banyak memberikan informasi dan tips penting, memberikan kepercayaan diri bahwa kita dapat bersaing dengan aplikan internasional,” ujar Raditya Yudha Wiranegara, mahasiswa S3 di University of Manchester.

Sementara itu Tresnadi Prabowo, mahasiswa S2 di University of Manchester mengakui kegiatan Ikatan Alumni ITB UK ini sangat bermanfaat, dan berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut.

Sumber : Republika